Setetes Embun Fajar
tercipta di malam yang hampir menua
Engkau merasuk dingin hingga tulang rusukku
Meneteskan embun dari ujung daun hingga ke relung kalbu

Fajar terbit dari gelap malam
Bersama desiran angin yang berdzikir,
Tenggelam lah aku dalam sunyi senandung menyambut fajar
Tenggelam lah aku dalam ingatan gelap senja

Aku yang yang mencari cahaya dalam sisa-sisa gelap malam..
Hembuslah aku dengan angin dingin-Mu
Engkau yang Maha Mengetahui, setiap tetesan embun yang jatuh dari daun yang besujud kepada-Mu

Fajar ini seakan terbentang di kalbuku, Karena Mu..
Menghias Tanya dalam kalbu yang sempat beku
“siapakah yang selalu mengiringi nafasku
Dan melepas nafas hingga ke angkasa-Mu?”
Lupakah aku?
Dan Engkau sungguh penyejuk kalbu
Engkau jawab dengan embun-embun yang ranum dipelupuk mata

Sebelum fajar meninggalkan aku,
Sebelum angin membawa hempasan nafasku
Hanyutkan lah aku dalam lautan Ridho Mu
Berikan aku, hamba yang tengelam dalam gelap,
Cahaya untuk meyongsong fajar Mu

Bogor , 08 November 2012
Uci Sugiman
G84110077

Comments are closed.