Keanekaragaman Serangga Telaga Warna

Udara yang segar dan sejuk, pemandangan yang indah nan asri terlukiskan dengan hamparan perbukitan hijau kebun teh, gunung-gunung yang menjulang tinggi berselimut kabut, telah menjadi warna suasana kawasan telaga warna. Suatu kawasan yang terletak di daerah puncak Cisarua  Kabupaten Bogor.

Kawasan telaga warna terbagi kedalam dua zona wilayah yaitu Cagar Alam dan Kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Telaga Warna.

TWA telaga Warna yang luasnya hanya lima hektar berbatasan langsung dengan kawasan cagar alam. Sesuai dengan nama tempatnya “telaga Warna “ yang artinya danau kecil yang airnya berwarna. Danau alam inilah yang airnya tampak berwarna jika terkena pantulan sinar mtahari dari daun-daun, yang paling menarik para wisatawan berkunjung kesini. Wisatawan asal timur tengah pun ada yang berkunjung ke taman wisata ini. Selain itu juga yang menarik adalah wisatawan akan dikunjungi monyet macaca, yang bersiap meminta atau mengambil  makanan dari para wisatawan. Fasilitas yang tersedia diantaranya flying fox, perahu kecil untuk mejelajahi danau, mushola dan kamar mandi

Tidak hanya TWA saja yang menarik, kawasan hutan telaga warna pun tidak kalah menarik. Kawasan hutan telaga warna telah ditetapkan sebagai cagar alam dengan SK Menteri Pertanian No 481/kpts/Um/6/1981 tanggal 9 juni 1981, luasnya sekitar 368,25 Ha. Cagar alam ini menyimpan kekayaan biota yang branekaragam, baik flora maupun fauna.

Saya dan rekan – rakan se UKM Uni Konservasi Fauna Institut Pertanian Bogor (UKF IPB), mencoba menggali potensi kakayaan fauna disini, dengan mengadakan sebuah kegiatan Eksplorasi Cagar Alam Telaga Warna .Tujuan  eksplorasi dilakukan untuk menginventarisasi satwa-satwa yang ada di sini. Data yang diperoleh akan dijadikan sebagai pembelajaran dan diberikan kepada pihak pengelola sebagai data pustaka fauna yang ada di sini.
Eksplorasi ini dilakukan dengan pengelompokan kajian pengamatan. Kajian pengamatan sesuai objek divisi. Ada lima divisi konservasi yang ikut andil dalam eksplorasi ini yaitu,Divisi Konservasi Insekta, Divisi Konservasi Burung, Divisi Konservasi Reptil Ampibi, Divisi Konservasi Herbivora,dan Divisi Konservasi Primata.

Saya sendiri tergabung dalam Divisi Konservasi Insekta, pengamatanku hanya berkutat untuk serangga penghuni kawasan cagar telaga warna ini.Saya akan mengungkap apa yang saya dapatkan tentang keanekaragaman serangga disini.

Di daerah perbatasan antara hamparan kebun teh dengan hutan cagar alam,dan disekitar taman wisata, di daerah ini bisa ditemukan berbagai macam kupu-kupu. Dari family Nymphalidae diantaranya:, Delias belisama, ideopsis, Mycalesis moorei. Famili papilionidae diantaranya Papilio demolion,dan masih ada dua lagi dari family ini yang belum teridentifikasi, karena kupu-kupu ini sulit untuk ditangkap ataupun diamati. Tutupan yang terbuka dan terdapat banyak tumbuhan bunga, merupakan habitat yang paling cocok untuk kupu-kupu yang memiliki warna mencolok. Berbagai macam dari family ngengat juga terlihat banyak di daerah ini.kumbang scarabidae, carabidae bias ditemukan di daun ataupun di tanah-tanah kebun teh, jangkrik (Gryllidae), kecoak, (Blatodea), dan berbagai spesies dari ordo diptera, seperti lalat, nyamuk tipullidae, dsb.

Masuk ke hutan cagar alamnya, didaerah ini akan banyak ditemukan kumbang yang beranekaragam diantaranya, Chrisomelidae, Curcunilolidae, Carabidae, Scarabidae dengan bentuk warna yang cukup menarik. Jika melakukan pengamatan malam dikawasan ini akan di jumpai belalang ranting (phasmatodea), belalang pedang (Tetigonidae) dan kumbang yang aktif di malam hari seperti Carabidae. Dikawasan ini akan menjumpai spesies dar ordo Diptera yang beranekaragam.

Jika dibandingkan mengenai keanekaragaman kupu-kupu antara sekitar daerah taman wisata, perbatasan cagar alam dengan kebun teh lebih beranekaragam dibanding di dalam kawasan hutannya. Didaerah hutan cagar alam, kupu-kupu hanya teramati Mycalesis moorei dan kupu-kupu serasah.

Semua kenekaragaman serangga di telaga warna belum tereksplorasi sempurna. Informasi yang saya sampaikan hanya baru sedikit. Perlu eksplorasi yang lebih baik terhadap keanekaragaman serangga disini.

Demikianlah telaga warna tidak hanya keindahan yang dapat kita peroleh, ilmu pengetahuan pun dapat kita peroleh,selain itu  fungsi hayati pun tetap harus diutamakan dengan upaya melestarikan Cagar Alam Telaga warna ini.

 

T

 

Comments are closed.