UCI SUGIMAN on March 11th, 2013

Setetes Embun Fajar
tercipta di malam yang hampir menua
Engkau merasuk dingin hingga tulang rusukku
Meneteskan embun dari ujung daun hingga ke relung kalbu

Fajar terbit dari gelap malam
Bersama desiran angin yang berdzikir,
Tenggelam lah aku dalam sunyi senandung menyambut fajar
Tenggelam lah aku dalam ingatan gelap senja

Aku yang yang mencari cahaya dalam sisa-sisa gelap malam..
Hembuslah aku dengan angin dingin-Mu
Engkau yang Maha Mengetahui, setiap tetesan embun yang jatuh dari daun yang besujud kepada-Mu

Fajar ini seakan terbentang di kalbuku, Karena Mu..
Menghias Tanya dalam kalbu yang sempat beku
“siapakah yang selalu mengiringi nafasku
Dan melepas nafas hingga ke angkasa-Mu?”
Lupakah aku?
Dan Engkau sungguh penyejuk kalbu
Engkau jawab dengan embun-embun yang ranum dipelupuk mata

Sebelum fajar meninggalkan aku,
Sebelum angin membawa hempasan nafasku
Hanyutkan lah aku dalam lautan Ridho Mu
Berikan aku, hamba yang tengelam dalam gelap,
Cahaya untuk meyongsong fajar Mu

Bogor , 08 November 2012
Uci Sugiman
G84110077

UCI SUGIMAN on March 4th, 2013

malam itu mulai berembun,

di ujung daun, di ujung alis mata ibu yang penuh harap.

aku tidur, aku telindung dan akan mulai terbangun,

aku menjerit, memecah sunyi di pagi hari,,
aku menjerit menyambut mentari

UCI SUGIMAN on March 4th, 2013

my name uci sugiman,. I was born in sukabumi. i am biochemist. i work in laboratory to find a useful inovation for all people.

UCI SUGIMAN on February 27th, 2013

Foto-0076thumbs_Geometrinae Dysphania subrepleta IMG_1580Foto-0010_e2Delias belisamalycanidae

UCI SUGIMAN on February 25th, 2013
Pengamatan Owa Jawa
Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Jawa Barat, menjadi tempat berlangsungnya kegiatan puncak metamorfosa X UKM Uni konservasi Fauna IPB.Kegiatan ini ditujukan untuk menempa ilmu dengan cara belajar langsung dari alam. Kegiatan ini dinamakn jelajah Halimun, diikuti oleh 14 orang peserta dan 35 orang panitia. Berlangsung selama sepuluh hari dari tanggal 16-25 januari 2012.
Taman nasioanal ini merupakan kawasan hutan tropis yang terbesar di pulau Jawa. Hampir seluruh hutan di sini berada di daerah dataran tinggi. Di taman nasional ini terdapat beberapa gunung, diantaranya gunung Halimun, gunung, kendem, gunung Salak, dan Gunung Sanggabuana.
Selama pengamatan, satwa-satwa yang bisa saya amati secara langsung diantaranya owa jawa (Hylobates moloch), lutung (Trachypithecus auratus), laba-laba, dan beberapa serangga seperti capung jarum (Zygoptera) berwarna biru,kupu kupu serasah, dan belalang sembah yang berkamuflase menyerupai warna lumut di batang pohon. Untuk spesies burung diantaranya elamg hitam, elang ular bido dan burung sepah.
Salah satu primata yang bisa saya amati secara langsung di Taman Nasional Gunung Halimun Salak adalah owa jawa. Satwa endemik ini terlihat ketika pengamtan pertama yang saya lakukan di HM 13, Citalahab, pagi hari, tanggal 27 januari 2012. Di tempat ini ditemukan satu kelompok owa yang terdiri dari satu jantan dan betina dengan satu anaknya yang masih dalam asuhan induknya.Owa ini terlihat sedang mencari makanan di tajuk-tajuk pohon yang tinggi.
Dari hasil pengamatan owa jawa ini memiliki ciri khusus yang berbeda dengan primata lainnya. Owa jawa tidak memiliki ekor sehingga satwa ini termasuk kedalam famili kera. Warna tubuhnya keabu-abuan dan terlihat agak lebat, bagian wajahnya kehitaman dan pada bagian alis berwarna putih.tangannya lebih panjang dibandingkan dengan kakinya. Tangan yang panjang ini digunakan untuk bergelantungan, berpindah dari dahan yang satu ke dahan yang lain.
Owa jawa merupakan hewan diurnal (aktif di siang hari ) dan arboreal, seluruh hidupnya dihabiskan di tajuk pohon yang tinggi. Satwa ini berayun dan berpindah diantara dahan untuk mencari makanannya berupa buah-buahan. Tangannya yang panjang mungkin adaftasi dari kebiasaannya ini.
Owa jawa adalah primata yang lebih suka memakan buah-buahan, berbeda dengan lutung,primata pemakan daun-daunan, yang masih bisa ditemukan di sekitar daerah pengamatan owa.Buah-buahan yang biasa dimakan owa di daerah pengamatan, diantaranya ,saninten (buah yang kulitnya berduri), buah sejenis jambu-jambuan yang mirip buah sawo, dan buah liana. Di daerah ini terdapat banyak buah-buahan tersebut, mungkin pada saat pengamatan sudah masuk musim buah tumbuhan tersebut.
Menurut referensi dari situs Wikipedia bahasa Indonesia, owa jawa biasanya hidup membentuk sebuah kelompok semacam keluarga. Ini terbukti saat pengamatan, owa yang saya lihat di daerah pengamatan Citalahab terdiri dari satu jantan dan betina dengan satu anaknya yang mulai belajar lepas dari pangkuan induknya, namun untuk berpindah tetap harus dipangku oleh induknya.
Pada pagi hari owa jawa akan mengeluarkan suara khasnya. Suara owa akan terdengar seperti bunyi “uweuuk..uweuk, wek wek..”. Kadang kadang di siang dan sore hari pun owa juga suka bersuara.
Saat ini Keberadaan owa jawa sudah terancam punah sehingga perlu tindakan konservasi untuk menyelamatkannya. Menghentikan laju kerusakan hutan dan perburuan liar owa jawa harus terus diupayakan untuk menyelamatkan owa jawa dari kepunahan
UCI SUGIMAN on February 24th, 2013

Keanekaragaman Serangga Telaga Warna

Udara yang segar dan sejuk, pemandangan yang indah nan asri terlukiskan dengan hamparan perbukitan hijau kebun teh, gunung-gunung yang menjulang tinggi berselimut kabut, telah menjadi warna suasana kawasan telaga warna. Suatu kawasan yang terletak di daerah puncak Cisarua  Kabupaten Bogor.

Kawasan telaga warna terbagi kedalam dua zona wilayah yaitu Cagar Alam dan Kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Telaga Warna.

TWA telaga Warna yang luasnya hanya lima hektar berbatasan langsung dengan kawasan cagar alam. Sesuai dengan nama tempatnya “telaga Warna “ yang artinya danau kecil yang airnya berwarna. Danau alam inilah yang airnya tampak berwarna jika terkena pantulan sinar mtahari dari daun-daun, yang paling menarik para wisatawan berkunjung kesini. Wisatawan asal timur tengah pun ada yang berkunjung ke taman wisata ini. Selain itu juga yang menarik adalah wisatawan akan dikunjungi monyet macaca, yang bersiap meminta atau mengambil  makanan dari para wisatawan. Fasilitas yang tersedia diantaranya flying fox, perahu kecil untuk mejelajahi danau, mushola dan kamar mandi

Tidak hanya TWA saja yang menarik, kawasan hutan telaga warna pun tidak kalah menarik. Kawasan hutan telaga warna telah ditetapkan sebagai cagar alam dengan SK Menteri Pertanian No 481/kpts/Um/6/1981 tanggal 9 juni 1981, luasnya sekitar 368,25 Ha. Cagar alam ini menyimpan kekayaan biota yang branekaragam, baik flora maupun fauna.

Saya dan rekan – rakan se UKM Uni Konservasi Fauna Institut Pertanian Bogor (UKF IPB), mencoba menggali potensi kakayaan fauna disini, dengan mengadakan sebuah kegiatan Eksplorasi Cagar Alam Telaga Warna .Tujuan  eksplorasi dilakukan untuk menginventarisasi satwa-satwa yang ada di sini. Data yang diperoleh akan dijadikan sebagai pembelajaran dan diberikan kepada pihak pengelola sebagai data pustaka fauna yang ada di sini.
Eksplorasi ini dilakukan dengan pengelompokan kajian pengamatan. Kajian pengamatan sesuai objek divisi. Ada lima divisi konservasi yang ikut andil dalam eksplorasi ini yaitu,Divisi Konservasi Insekta, Divisi Konservasi Burung, Divisi Konservasi Reptil Ampibi, Divisi Konservasi Herbivora,dan Divisi Konservasi Primata.

Saya sendiri tergabung dalam Divisi Konservasi Insekta, pengamatanku hanya berkutat untuk serangga penghuni kawasan cagar telaga warna ini.Saya akan mengungkap apa yang saya dapatkan tentang keanekaragaman serangga disini.

Di daerah perbatasan antara hamparan kebun teh dengan hutan cagar alam,dan disekitar taman wisata, di daerah ini bisa ditemukan berbagai macam kupu-kupu. Dari family Nymphalidae diantaranya:, Delias belisama, ideopsis, Mycalesis moorei. Famili papilionidae diantaranya Papilio demolion,dan masih ada dua lagi dari family ini yang belum teridentifikasi, karena kupu-kupu ini sulit untuk ditangkap ataupun diamati. Tutupan yang terbuka dan terdapat banyak tumbuhan bunga, merupakan habitat yang paling cocok untuk kupu-kupu yang memiliki warna mencolok. Berbagai macam dari family ngengat juga terlihat banyak di daerah ini.kumbang scarabidae, carabidae bias ditemukan di daun ataupun di tanah-tanah kebun teh, jangkrik (Gryllidae), kecoak, (Blatodea), dan berbagai spesies dari ordo diptera, seperti lalat, nyamuk tipullidae, dsb.

Masuk ke hutan cagar alamnya, didaerah ini akan banyak ditemukan kumbang yang beranekaragam diantaranya, Chrisomelidae, Curcunilolidae, Carabidae, Scarabidae dengan bentuk warna yang cukup menarik. Jika melakukan pengamatan malam dikawasan ini akan di jumpai belalang ranting (phasmatodea), belalang pedang (Tetigonidae) dan kumbang yang aktif di malam hari seperti Carabidae. Dikawasan ini akan menjumpai spesies dar ordo Diptera yang beranekaragam.

Jika dibandingkan mengenai keanekaragaman kupu-kupu antara sekitar daerah taman wisata, perbatasan cagar alam dengan kebun teh lebih beranekaragam dibanding di dalam kawasan hutannya. Didaerah hutan cagar alam, kupu-kupu hanya teramati Mycalesis moorei dan kupu-kupu serasah.

Semua kenekaragaman serangga di telaga warna belum tereksplorasi sempurna. Informasi yang saya sampaikan hanya baru sedikit. Perlu eksplorasi yang lebih baik terhadap keanekaragaman serangga disini.

Demikianlah telaga warna tidak hanya keindahan yang dapat kita peroleh, ilmu pengetahuan pun dapat kita peroleh,selain itu  fungsi hayati pun tetap harus diutamakan dengan upaya melestarikan Cagar Alam Telaga warna ini.

 

T

 

UCI SUGIMAN on February 24th, 2013

Biru, Hijau, Kuning

 

Pagi kawan

Mentari membuka gerbang mimpimu

Melukiskan biru embun di benakmu

Selamat datang kawan

Deru langkahmu,  Gemuruh air menebar hijau

Hembusan nafasmu, Melepas asa menyemai kuning

Tatapan matamu, embun biru di kemarau pertiwi

 

Di hatimu biru ini kan mematri

Di matamu  helaian hijau daun   ini kan bertunas

Di mimpimu asa kuning kan memekar

 

Majulah kawan

pohon itu kan tersemai di dadamu

tegaplah kawan

setegap pohon mimpi yang menjulang tinggi

 

jangan ragu

engkau di sini

pasti

kumpulan segala mimpi

menjadi pelangi

 

Berlarilah kawan

jangan engkau sanksi

di sini pasti

biru, hijau, kuning

kan menjadi pelangi hatimu

 

Kawan..

Tanah, hutan, lautan, bumi pertiwi menanti

Menanti ribuan pohon

Yang tersemai didadamu

 

Engkau pasti

Jangan ragu kembali

Kawan disini kami menanti

Kita selami lautan biru

Kita hamparkan samudera hijau

Kita lukiskan keindahan ladang-ladang yang menguning

 

Kawan

Jangan ragu kembali

Engkau bisa

Ini jalan pasti

IPB, 24 Mei 2012

Penulis: Uci Sugiman

NIM:G84110077

TTL: Sukabumi, 22-02-1992

UCI SUGIMAN on February 24th, 2013

 

Si Elok Idea stolli stolli dan Papilio peranthus di Karang Ranjang Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK)

Karang Ranjang 30 Juni-3 Juli 2012

Suara deru ombak pantai laut selatan seakan menyambut langkah Kami saat sampai di Resort karang Ranjang, Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK). Sejauh mata memandang ke arah suara deruan ombak, terhamparlah biru memuntahkan buih putih menepi pasir pantai, suatu kondisi pemandangan yang bisa mengusir sedikit lelahnya  langkah perjalanan dari Legon Pakis ke Resort Karang Ranjang ini. Resort ini kami tempuh dengan jalan kaki dari legon pakis, menghabiskan waktu sekitar tiga jam perjalanan.

Sekitar 60 meter dari bibir pantai, di sebuah bangunan Resort Karang Ranjang menjadi tempat camp pertama kami untuk melaksanakan serangkaian kegiatan Ekspedisi Global tahun 2012 .Di sekitar wilayah ini kami sebagai organisasi kemahasiswaan, Uni Konservasi Fauna(UKF) Institut Pertanian Bogor(IPB) mencoba melakukan sebuah upaya kecil dalam upaya konservasi yaitu inventarisasi fauna di sini. Selama empat hari penuh kami melaksanakan kegiatan, mulai dari pengamatan keanekaragaman fauna yang ada di sini sampai dengan analisis vegetasi untuk mengetahui kekayaan flora wilayah Karang Ranjang.

Kegiatan Pengamatan dibagi kedalam beberapa kelompok pengamatan fauna, yang dibagi sesuai divisi konservasi dan salah satunya adalah Divisi Konservasi insekta (DKI). Selama 3 hari di Karang Ranjang kami mencoba mengamati keanekaragaman serangga yang ada di sini. Untuk kajian pengamatan kami hanya memfokuskan  pada tiga Ordo yaitu Coleoptera (kumbang), Lepidoptera (kupu-kupu) dan  Odonata (Capung). Disini kami mencoba mengamati, mengenal lebih dekat dengan keanekaragaman kumbang, kupu-kupu dan capung yang ada disini

Serangga adalah hewan invertebrata yang kecil, namun beberapa serangga memiliki nilai eksotis tersendiri bagi sebagian orang dan Kami merasa beruntung sekali bisa mengamati keanekaragaman dan keelokan kupu-kupu yang ada disini. Sekitar 43 spesies kupu-kupu yang aktif di siang hari berhasil kami jumpai di sini. Semua jumlah spesies tersebut terkelompok ke dalam famili papilionidae, Nymphalidae, Pieridae, Lycanidae, dan Hesperidae.

Di wilayah Karang ranjang ini ada banyak kupu-kupu yang memiliki keelokan tersendiri bagi kami, mulai dari warna dan polanya yang sangat indah. Diantara kupu-kupu yang menurut kami menarik selama pengamatan adalah Kupu-kupu spesies Idea stolli stolli ,Papilio peranthus, Troides sp Pachliopta sp, Papilio helenus, Papilio demolion, Graphium agamemnon, Ideopsis juventa, Ideopsis vulgaris, Danaus genuthia, Euploea mulciber dan Losaria coon

Diantara kupu-kup yang menarik yanga ada di TNUK kami akan mencoba mendeskripsikan dua spesies yaitu Idea stolli stolli dan Papilio peranthus

Idea stolli stolli merupakan spseies kupu-kupu dari famili Nymphalidae yaitu famili kupu-kupu dengan salah ciri tungkai depannya tereduksi atau tidak digunakan.spesies ini mempunyai pola sayap yang bagus, warna background sayap berwarna putih ditambah dengan bercak –bercak warna hitam atau coklat kemerahan. Kupu-kupu ini lebih menyukai kawasan dataran hutan dataran rendah, namun kadang di tempat terbuka yang memiliki banyak tumbuhan semak pernah terlihat. Sebanyak tiga kali kami berjumpa dengan kupu-kupu yang elok ini, terbangnya tidak terlalu cepat dan biasanya terbang rendah, sekitar 1 meter dari tanah. Kupu ini merupakan kupu-kupu yang berukuran terbesar dari famili Nymphalidae yang ada di kawasan Karang Ranjang.

Selain Idea stolli stolli yang paling banyak di jumpai di karang Ranjang adalah Papilio peranthus. Spesies kupu-kupu ini memiliki warna background hitam, warna  sayap bagian bawah berwarna kecoklatan, pada bagian tegah badan kupu-kupu ini memilki warna hijau yang Nampak seperti berpendar, kadang Nampak terlihat biru atau ungu. Kupu –kupu ini banyak ditemukan di areal terbuka seperti di Kawasan hutan pantai jalur Cibandawoh dan di dalam areal hutan. Spesies ini paling mendominasi jumlahnya diantara spesies dari famili Papilionidae lainnya yang ada di karang Ranjang. Kupu-kupu ini terbang sangat cepat sehingga sangat sulit untuk menangkapnya.

Kami benar-benar sangat beruntung bisa melihat keindahan kedua spesies kupu-kupu ini saat terbang menari-nari di alam bebas.  Hal yang lebih menyenangkan lagi bagi kami adalah untuk pertama kalinya menangkap kupu-kupu ini untuk tujuan identifikasi.Bentuk kupu-kupu ini dapat kami lihat dengan jelas, sangat berat rasanya untuk melepaskan kembali namun kupu-kupu cantik ini lebih mempunyai hak untuk hidup di alam Karang Ranjang ini, terbang dengan anggun memamerkan segala keelokannya

Kedua spesies kupu-kupu ini mungkin saat ini masih terjaga kelestariannya di TNUK ini. Saat ini kami masih bisa melihat dengan mata kami sendiri  keindahan dan keelokan dari kupu-kupu ini. Namun masih bisakah anak cucu kami melihat kupu-kupu ini langsung di alam atau nanti mereka hanya bisa melihat keelokan kupu-kupu ini dari jendela buku. Semua harus dilestarikan,Harus tetap ada tindakan serta peningkatan upaya konservasi untuk melindungi kelestarian kupu-kupu ini dan semua fauna dan flora yang ada di sini.

Salam Fauna.!!

Written by uci sugiman

Sumber gambar: http://en.butterflycorner.net/Papilio-peranthus.519.0.html

http://www.fobi.web.id/updates?g2_itemId=100920